Kamera sudah menjadi sebuah alat wajib yang perlu dibawa saat berwisata. Berbagai bentang alam nan indah saat Anda temui tentunya sayang bila tidak diabadikan dan ditunjukan kepada rekan atau kerabat sepulangnya nanti. Nah, berikut ini Intimata sajikan beberapa tips sederhana tentang prinsip dan teknik memfoto lanscape.

Lokasi

Pilihlah lokasi dengan cermat dan atur waktu mengambilnya. Sebaiknya Anda survey lokasi tersebut agar tahu kapan waktu terbaik memotret di lokasi. Sebagai contoh apabila obyek yang akan Anda ambil berupa pemandangan pantai maka usahakan datang ketika pagi atau sore hari.

Cuaca dan Gerakan alam

Cuaca memang tidak dapat diprediksi tetapi Anda dapat berkreasi dengannya, semisal langit setengah mendung atau selepas hujan dapat menciptakan foto berkarakter. Apabila cuaca tidak memungkinkan maka Anda pun dapat mengalihkannya pada gerakan alam seperti ombak menggulung, awan bergerak, ranting tertiup angin, atau bahkan pada gemericik air terjun. Gerakan-gerakan natural di alam tersebut memungkinkan Anda memberikan emosi pada foto.

Perspektif, angle, dan rule of third

Bermainlah dengan perspektif guna menciptakan dimensi pada hasil foto. Cobalah temukan sudut pandang sejajar dengan tanah (low angle) atau naik ke tempat lebih tinggi (high angle). Manfaatkan pula rule of third dengan menonjolkan obyek 1/3 dari frame (prinsip rule of third). Hal tersebut dapat menghindari mata penikmat foto langsung tertuju pada bagian tengah foto. Berilah juga porsi 2/3 dari frame yang ingin ditonjolkan dari sebuah horizon dan yang kurang menarik sisanya yaitu 1/3. Hal tersebut akan memberi point of interest kesannya lebih kuat.

 

Tripod, Lensa dan Filter

Manfaatkan tripod untuk mengambil obyek yang perlu eksposur panjang. Dapat pula dipadukan dengan self timer atau cable release untuk menghindari foto kabur karena goyang. Apabila Anda ingin menggunakan lensa khusus foto lanscpae maka gunakan lensa jenis wide atau ultra wide guna menangkap pemandangan yang luas. Itu karena lensa sudut lebar akan memperkaya cerita foto dan meningkatkan variasi rentang jarak fokus. Begitu pula dengan filter, untuk jenis foto lanscape perlu filter lensa khusus seperti polarisers, graduated, dan warming filters. Filter akan membantu menghasilkan foto dengan warna lebih kuat, eksposure tepat, tekstur, serta efek khusus.

Foreground.

Meletakan foreground dengan benar dapat membuat foto lebih berdimensi. Seringkali foreground juga menjadi point of interest (POI) dari foto landscape. Cobalah mengambil pemandangan aliran sungai dengan batu-batu sungai yang menjadi foreground sedangkan aliran sungai sebagai background. Selain batu, obyek lain pun dapat Anda dijadikan foreground, misalnya rumput di taman atau ranting di antara pepohonan, gazebo di sekitar sawah, dan lainnya.

 

IMG_0126

 

Iso dan aperture rendah

Memotret landscape memerlukan ISO rendah jika Anda memanfaatkan pencahayaan yang cukup dari sekitar lokasi. Biasanya ISO yang digunakan tidak lebih dari 300 dengan aperture rendah sekira f/16 atau di bawahnya. Ketika Anda mengecilkan aperture maka otomatis shutter speed akan berkurang dan tripod pun diperlukan.

Golden hours dan blue hours

Tidak sedikit fotografer yang berniat melakukan perjalanan jauh untuk berburu foto tetapi malah menghabiskan waktu hanya untuk tidur. Padahal, waktu terbaik menangkap keindahan langit justru saat Matahari terbit dan terbenam. Oleh karena itu, datanglah lebih awal, persiapkan alat seksama dan carilah sudut terbaiknya. Waktu terbaik adalah saat golden hours, yakni 1-2 jam sebelum Matahari terbenam dan 30 menit setelahnya. Sedangkan blue hours yakni 20-30 menit setelah Matahari terbenam menghasilkan langit berwarna biru sebelum benar-benar hitam pekat. Untuk sunrise, Anda dapat mencoba 1-3 jam setelah Matahari terbit dimana saat tersebut cahaya langit berwarna keemasan (golden light).

Photo-2015-08-17-05-28-38_8839